Environment Learning Sekolah Akhlaq : Belajar Menyenangkan dan Bermakna di Jatim Park 1

Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya melaksanakan kegiatan Environment Learning pada Kamis (15/01/26). Tahun ini Jatim Park 1 dan Museum Bagong dipilih sebagai destinasi tujuan kegiatan rutin tahunan divisi kurikulum tersebut. Seluruh murid dan juga GTK Sekolah Akhlaq dengan penuh semangat dan antusias turut serta belajar di Galeri Etnik, Sains Center hingga ke Museum Anatomi Tubuh.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan Environment Learning ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada para murid di luar lingkungan kelas maupun sekolah yang menyenangkan dan bermakna. Melalui kegiatan ini, murid diajak untuk mengenal lingkungan, sains, teknologi, serta budaya dengan pendekatan yang menyenangkan dan edukatif.

Setibanya di lokasi yang ditempuh dalam waktu dua jam, pertama murid diajak untuk mengunjungi Galeri Etnik Nusantara. Secara berkelompok dengan dipandu guide mereka dikenalkan kekayaan budaya suku-suku di Indonesia melalui pameran rumah adat, pakaian tradisional, alat musik, makanan khas, dan budaya dari berbagai etnis di Indonesia seperti Jawa, Batak, Madura, Manado, hingga Papua. Selain belajar ilmu pengetahuan sosial murid juga belajar sains dasar (fisika, kimia, biologi) secara interaktif melalui alat peraga seperti percobaan listrik, cermin ajaib, gravitasi hingga morfologi makhluk hidup.

Yang paling berkesan saat dilakukan percobaan asam-basa, dua murid Sekolah Akhlaq Haycal (IX-A) dan Mutiara Firdasari (VIII-D) mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung pencampuran larutan kimia yang selama ini belum pernah dilakukan di sekolah. Selain itu murid-murid juga diberikan satu buah tembikar berbentuk tabung polos berwarna putih untuk kemudian dilukis secara berkelompok. Suasana berlangsung serius namun tetap santai, beragam hasil karya tercipta mulai dari motif abstrak pemandangan alam hingga tipografi.

Destinasi terakhir yakni museum bagong, wahana edukasi yang letaknya berdampingan dengan Jatim Park 1. Di museum yang menyediakan replika organ tubuh manusia tersebut para murid secara bergantian masuk pada 13 zona yang menggambarkan berbagai sistem organ tubuh seperti otak, jantung, paru-paru dan lainnya. Setiap zona dirancang dengan teknologi multimedia modern untuk memberikan informasi menarik sehingga murid memperoleh pengalaman belajar tidak hanya secara tekstual seperti di kelas selama ini tetapi juga lebih menyenangkan dan mendalam.

Partisipasi murid-murid Sekolah Akhlaq pada kegiatan Environment Learning memberikan kesan yang sangat positif. Murid tampak antusias, aktif, dan terlibat langsung dalam setiap rangkaian kegiatan. Mereka menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi, mampu bekerja sama dalam kelompok, serta berani mengemukakan pendapat dan pengalaman selama kegiatan berlangsung.

Syifa Ayu salah satu murid kelas IX menuturkan bahwa dari ketiga tempat yang dikunjungi yang paling berkesan adalah Museum Tubuh atau Bagong karena disana dapat belajar banyak hal tentang anatomi tubuh manusia secara langsung.

“Menurutku yang paling berkesan dan menyenangkan di Museum Tubuh karena bisa melihat langsung bentuknya dan apa yang selama ini hanya bisa dipelajari dibuku pelajaran IPA secara teori”, jelas Syifa.

Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan harapan. Tujuan pembelajaran luar kelas yang menyenangkan dan bermakna tercapai dengan baik, hal tersebut terlihat dari keterlibatan murid yang tidak hanya mengikuti kegiatan secara fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai yang disampaikan, seperti kepedulian terhadap lingkungan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berkesan dan mendukung pembentukan karakter murid sesuai dengan visi Sekolah Akhlaq.

“Kami berharap kegiatan EL ini dapat meningkatkan pemahaman konsep pembelajaran secara kontekstual melalui pengalaman langsung, tumbuhnya sikap peduli terhadap lingkungan, terlatihnya kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi, serta berkembangnya karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan rasa ingin tahu. Selain itu murid juga memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan berkesan”, ungkap Ustdzah Rita selaku Kaur Kurikulum yang juga bertibdak sebagai ketua pelaksana kegiatan. (Risalatin N.)

Scroll to Top