SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya sukses menyelenggarakan Battle Arena yakni Squid Game, sebuah kompetisi unik yang memadukan permainan seru dengan nilai edukasi dan spiritual pada Jumat (24/01/2025).
Acara yang digelar usai melaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat diikuti oleh 109 siswa dari berbagai kelas. Dalam kompetisi tersebut terdiri dari lima babak yakni,
Babak pertama, tes pengetahuan. Kompetisi dimulai dengan tes pengetahuan berbasis quizizz yang menguji wawasan siswa dalam pelajaran umum, ilmu tajwid, dan kemuhammadiyahan. Zaki Aditya dari kelas 9B berhasil meraih skor tertinggi dengan hanya satu kesalahan dari 25 soal. Sebanyak 70 peserta dinyatakan lolos ke babak selanjutnya.
Babak kedua, lampu merah lampu hijau. Permainan ini mengadaptasi konsep dari Squid Game menggunakan bola sebagai media. Peserta maju saat bola dilempar ke udara dan harus diam saat bola ditangkap kembali. Peserta yang bergerak saat bola ditangkap langsung dinyatakan gugur. Babak ini menyisakan 31 peserta yang terdiri atas 16 putra dan 15 putri.
Babak ketiga, negosiasi dan tim. Di babak ini, peserta harus membentuk tim beranggotakan empat orang melalui negosiasi. Peserta yang gagal menemukan tim langsung tereliminasi. Akhirnya, terbentuk tujuh tim yang siap melaju ke babak berikutnya.
Babak keempat, berebut kunci dan kekompakan. Ketujuh tim bersaing memperebutkan enam kunci yang disiapkan panitia. Satu tim tereliminasi. Selanjutnya, keenam tim diuji kekompakannya dengan berjalan seperti kepiting menuju garis finish. Setelah beberapa tim terjatuh dan harus mengulang, empat tim berhasil lolos ke babak berikutnya.
Babak kelima, sambung ayat dengan plot twist. Babak ini menghadirkan kejutan besar. Peserta diminta memilih pasangan, namun pasangan tersebut ternyata menjadi lawan dalam permainan sambung ayat Surat Al-Alaq.
Febby dari kelas 7E mengungkapkan, “Saya kira pasangan saya akan bekerja sama, ternyata malah jadi lawan. Rasanya tidak enak meski saya menang,” ujar Febby. Dalam babak ini menyisakan empat peserta terbaik yang akan maju ke final.
Acara ini mengajarkan nilai kerja sama, tanggung jawab, dan spiritualitas dalam suasana yang menyenangkan. Dalam babak final akan menentukan siapa juara sejati.
(Mochammad Farid Syahrizal/Muri)












