Prestasi membanggakan kembali datang dari Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya. Achievement kali ini tidak hanya didapatkan oleh siswa saja namun juga dari dua guru panutan. Dalam ajang bergengsi Muhammadiyah Education Awards (MEA) 2026 yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sekolah Akhlaq berhasil meraih tiga medali dari tiga cabang lomba yang berbeda.
Ajang Muhammadiyah Education Awards 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu (08/08/26) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para pendidik dan siswa-siswi untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta kompetensi sesuai bidangnya.
Tiga medali berhasil dibawa pulang ke Surabaya oleh kontingen Sekolah Akhlaq. Prestasi pertama diraih oleh Ustad Galang Anuttama yang berhasil memperoleh Medali Silver dalam kategori lomba School Website.
Dihadapan dewan juri Ustad Galang yang juga pengampuh mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artificial (KKA) menyampaikan beberapa keunggulan dari School Website yang didesain mandiri mulai dari nol.
“Website kami bukan yg terbaik dalam desain, tidak mewah secara fitur. Website ini dikerjakan 100% oleh saya sendiri, tidak menggunakan bantuan pihak lain. Setting hosting dilakukan secara mandiri sehingga memiliki keunggulan cepat penanganan jika ada error atau apapun yang bermasalah pada website karena tidak perlu menghubungi pihak lain untuk memperbaiki. Tidak menggunakan template seperti semua kompetitor, website ini ringan dan cepat diakses pada semua device. Selain itu website kami menjadi beda karena mempunyai banyak games edukasi yang dapat dimainkan semua user. Website kami adalah teman kami, teman sekolah kami untuk bertumbuh dan berkembang bersama”, jelas Galang.
Medali silver kedua dipersembahkan oleh salah satu siswa kelas VIII-B, Daniswara Setiawan Wicaksono. Siswa yang jago dalam mapel matematika itu berhasil meraih Medali Silver dalam kategori Olimpiade Matematika setelah berhasil menyisihkan kurang lebih 33 peserta lainnya. Pada babak final siswa yang juga anggota komunitas matematika tersebut tampil percaya diri untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa Sekolah Akhlaq mampu berkompetisi dan menunjukkan kemampuan akademiknya ditingkat yang lebih luas.
“Senang sekali tentunya bisa membawa bangga nama sekolah akhlaq. Semoga menjadi motivasi untuk lebih semangat mengejar prestasi lainnya”, tutur Danis dengan membawa bendera kebanggaan sekolah.
Medali terakhir diraih oleh Ustad Farid Syahrizal, SPd.Gr dalam lomba Inovasi Media Pembelajaran Digital tingkat Guru SMP/MTs. Mengusung “Omah Kali – Gamifikasi Duel Matematika untuk Menguatkan Pemahaman Perkalian Siswa” berhasil membawa guru matematika Sekolah Akhlaq tersebut diganjar Bronze Medals. Omah Kali merupakan aplikasi permainan edukasi berbasis web yang dirancang seperti layaknya game. Selain siswa menjadi lebih paham dengan konsep perkalian, secara tidak langsung menjadikan siswa mencintai matematika karena dimainkan dengan sistem duel dua pemain.
Farid sapaan akrabnya menuturkan bahwa sangat bangga karena dapat membawa dan memperkenalkan Omah Kali dalam jangkauan yang lebih luas. Sebelumnya permainan edukasi digital ini hanya dikenalkan lewat lomba M-Son9o Fest untuk siswa SD.
“Alhamdulillah yang diberangkatkan tiga kontingen dan semuanya sukses. Pokoknya next MEA yang digelar dua tahun lagi kontingen sekolah akhlaq harus lebih banyak lagi yang berpartisipasi baik dari guru maupun siswanya”, ujar pembina komunitas matematika itu.
Dengan raihan dua medali Silver dan satu medali Bronze, Sekolah Akhlaq menunjukkan bahwa prestasi dapat lahir dari kolaborasi antara guru dan siswa. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus mengembangkan potensi, berinovasi, dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. (Risalatin N.)
