Dalami Deep Learning, Guru Sekolah Akhlaq Siap Wujudkan Pembelajaran 3M

Menyongsong tahun ajaran baru 2025/2026, guru-guru Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Surabaya mengikuti kegiatan In House Training (IHT) bertema Mengenal Lebih Dalam Pendekatan Pembelajaran Deep Learning: Guru Bergerak, Bertumbuh, dan Berdampak. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, Senin–Rabu (7–9/7/2025), di ruang CBT Sekolah Akhlaq.

Pelatihan ini merupakan respons atas arahan Mendikdasmen yang mendorong pembelajaran 3M: mindful, meaningful, dan joyful. Siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami konsep (memahami), menguasai kompetensi melalui aplikasi (mengaplikasi), dan merefleksikannya dalam kehidupan nyata (merefleksi).

Pembelajaran Mendalam

Kegiatan pelatihan dibuka dengan pemaparan dari internal tim kurikulum Sekolah Akhlaq mengenai konsep pembelajaran mendalam. Ustadzah Rita, kepala urusan kurikulum, menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam bukanlah kurikulum, melainkan pendekatan yang sudah lama dikenal dalam dunia pendidikan.

Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, melalui pelibatan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga.

Melalui pendekatan ini, diharapkan delapan dimensi lulusan yang berkualitas dapat tercapai. Pelatihan pun tidak hanya bersifat ekspositori, tetapi juga aplikatif. Ustadzah Rita mengajak peserta untuk langsung mempraktikkan pendekatan pembelajaran mendalam melalui diskusi kelompok, presentasi, dan saling memberikan umpan balik.

Ustadzah Endang, guru mata pelajaran IPS, menyambut baik kegiatan ini. “Alhamdulillah, pelatihan ini memberikan sudut pandang baru yang sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini, serta menumbuhkan semangat baru untuk terus berkembang sebagai pendidik yang adaptif dan transformatif,” ujarnya.

Hari kedua pelatihan diisi dengan materi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran. Dr Raharjo MSi memperkenalkan berbagai aplikasi berbasis AI yang dapat memudahkan guru dalam merancang pembelajaran.

“Kalau biasanya yang familiar ChatGPT, Bapak-Ibu juga bisa bertanya apa saja kepada Gemini dari Google atau QwenChat. Misalnya, masukkan prompt: ‘Buatkan modul ajar materi identifikasi makhluk hidup untuk SMP kelas VII fase D dengan pendekatan pembelajaran mendalam.’ Hasilnya akan langsung muncul, tetapi tentu tidak boleh langsung disalin begitu saja—harus dimodifikasi sesuai kebutuhan,” jelas dosen Unesa yang akrab disapa Pak Joe.

Materi berikutnya disampaikan oleh Drs Muhammad Naim MPd yang memberikan motivasi tentang menjadi pembelajar sejati. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran dapat dilihat dari output (kuantitas) dan outcome (kualitas), yang harus dicapai melalui perencanaan matang, pelaksanaan terstruktur, dan evaluasi berkelanjutan.

Pembelajaran Inklusif

Hari terakhir pelatihan ditutup dengan pembahasan tentang pembelajaran inklusif, mengingat Sekolah Akhlaq adalah sekolah inklusi. Dra Andriana MSi, Ketua Musyawarah Guru Pendamping Khusus (MGPK) Kota Surabaya, hadir untuk memperkuat pemahaman dan komitmen para guru dalam mewujudkan pendidikan yang ramah anak dan merata.

“Semua guru adalah GPK, dan harus tahu bagaimana memberikan treatment kepada peserta didik berkebutuhan khusus. Misalnya, jika ada anak slow learner, maka guru perlu memodifikasi rencana pembelajaran sesuai kebutuhan anak tersebut. Standarnya berbeda,” jelas Andriana.

Melalui pelatihan ini, Ustadzah Rita berharap para guru lebih siap menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang. “Kami berharap guru tidak hanya memahami deep learning dalam konteks kecerdasan buatan, tetapi juga menguasainya sebagai pendekatan pedagogi yang bermakna dan relevan. Dengan meningkatnya keterampilan guru dalam menerapkannya, kami optimis proses pembelajaran di SMP Muhammadiyah 9 Surabaya akan semakin inovatif, menarik, dan berpusat pada siswa.”

Ia menambahkan, hal tersebut akan bermuara pada peningkatan kualitas hasil belajar peserta didik dan penciptaan generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual, serta memiliki keterampilan abad ke-21 yang esensial.

(Risalatin N./AS)

Scroll to Top

GTK