LDKS dan HW Camp Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya: Cetak Pemimpin Nekat

Foto apel pembukaan kegiatan LDKS dan HW Camp Tahun 2026 dipimpin oleh Kepala Sekolah Akhlaq

Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Hizbul Wathan (HW) Camp pada Selasa–Kamis (13–15/10/2026). Kegiatan yang dikomandoi oleh Divisi Kesiswaan ini bertempat di Muhammadiyah Training Center (MTC) Wonosalam, Jombang. Tema yang diusung untuk tahun ini adalah “Kokohkan Karakter, Muliakan Akhlaq dan Berkontribusi dalam Setiap Langkah”. Selama tiga hari murid kelas VII dan VIII dibekali materi yang meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, pengenalan organisasi IPM, Mountaineering, Forum Group Discussion hingga Bina Karya. Tujuannya, membentuk siswa menjadi calon pemimpin yang memiliki akhlak baik, mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, mampu bekerja sama dengan orang lain, serta berani mengambil keputusan dan melakukan tindakan nyata untuk mencapai tujuan yang baik.

Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang berlangsung khidmat. Dalam amanatnya, Ustad Novi Amirul Fatah, SPd, MPd selaku Kepala Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya menegaskan bahwa LDKS dan HW Camp bukan sekadar kegiatan rutin tahunan yang diikuti hanya untuk menggugurkan kewajiban. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana latihan nyata bagi para siswa untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia.

“LDKS dan HW Camp ini bukan hanya kegiatan rutin tahunan, keikutsertaan kalian tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Ini adalah kesempatan latihan untuk menjadi pemimpin yang berakhlak mulia, latihan bertanggung jawab, dan latihan bekerja sama dengan tim. Karena sejatinya, kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri namun tetap membutuhkan membutuhkan orang lain,” ungkap Kepala Sekolah yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarda Surabaya itu.

Lebih lanjut, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa seorang pemimpin harus memiliki dua kekuatan utama, yakni kuat ilmu dan kuat fisik. Kekuatan ilmu diperlukan agar seorang pemimpin mampu berpikir bijaksana, mengambil keputusan dengan tepat, serta memberikan teladan yang baik. Sementara itu, kekuatan fisik dibutuhkan agar seorang pemimpin memiliki ketahanan, kedisiplinan, dan terus semangat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Pesan berikutnya yang tidak kalah menarik adalah pentingnya memiliki keberanian untuk bertindak. Kepala Sekolah menekankan bahwa menjadi pemimpin membutuhkan unsur “N”, yang dalam istilah jawa disebut Nekat dalam konteks yang positif: berani memulai, berani mengambil inisiatif, dan berani melangkah untuk mewujudkan tujuan.

“Menjadi pemimpin itu yang paling penting adalah N-nya, yaitu Nekat. Karena kalau tanpa N, kita hanya menjadi pemimpi,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para peserta bahwa cita-cita besar tidak cukup hanya disimpan dalam angan-angan. Dibutuhkan keberanian, tekad, kedisiplinan, dan tindakan nyata agar cita-cita dapat diwujudkan menjadi prestasi dan perubahan yang bermanfaat.

Melalui kegiatan LDKS dan HW Camp ini, para siswa diharapkan dapat belajar langsung tentang arti kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, kemandirian, serta pentingnya membangun kerja sama dalam sebuah tim. Berbagai pengalaman selama kegiatan diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa untuk menerapkan nilai-nilai kepemimpinan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (Risalatin N.)

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top

GTK