LDKS HW Camp Sekolah Akhlaq, Bekali Siswa Keterampilan Mountaineering dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat

Foto Kak Hana (memakai baju oranye) beserta peserta melakukan simulasi memindahkan atau evakuasi korban gawat darurat

Rabu (14/10/26) pada pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) HW Camp hari kedua para peserta dibekali materi tentang keterampilan mountaineering dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemandirian, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta membekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.

 

Dalam materi mountaineering, siswa dikenalkan dengan teknik bertahan hidup di alam (survival). Salah satu materi yang disampaikan adalah pemanfaatan bahan sederhana seperti kapas yang diolesi pelembab bibir dapat meghasilkan api yang dapat digunakan untuk memasak air maupun makanan. Api juga dapat menghasilkan asap yang membantu mengusir hewan agar tidak mendekat. Melalui materi ini, siswa belajar bahwa kemampuan bertahan hidup di alam membutuhkan pengetahuan, kreativitas, dan kesiap siagaan.

 

Selain keterampilan bertahan hidup, siswa juga diajarkan untuk memahami cara bertahan hidup dan menjaga keselamatan saat berada di alam terbuka melalui materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Dalam sesi ini, Siti Rohana, SSos selaku pembina HW Sekolah Akhlaq menjelaskan beberapa penanganan awal terhadap kondisi darurat yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pertama pada kasus pingsan hal yang pertama dilakukan adalah mensterilkan lingkungan sekitar agar korban tidak dikerumuni, kemudian memeriksa kesadaran pasien tanpa memberikan minum atau minyak kayu putih. Selanjutnya, siswa diajarkan untuk memindahkan atau evakuasi korban dengan memperhatikan kondisi bagian tubuh agar tidak memperparah keadaan. Dalam memindahkan korban dibutuhkan setidaknya empat orang untuk membantu dengan pembagian mengangkat bagian tubuh kepala, bahu, pinggul dan kaki.

 

Sementara itu, pada kondisi asma, penolong perlu tetap tenang agar dapat membantu korban dengan tepat. Korban diposisikan duduk tegak sedikit menunduk untuk membantu melancarkan pernafasan. Inhaler dapat diberikan jika kondisi korban membutuhkan. Untuk luka bakar, pertolongan awal yang disampaikan adalah mengalirkan air bersih pada bagian yang terkena luka bakar. Hal ini juga dilakukan untuk memutus mitos jika terkena luka bakar diberikan pasta gigi seperti yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan orang. Adapun pada luka gores atau sayatan, luka perlu ditutup menggunakan kain atau bahan bersih kemudian diangkat keatas jika hal tersebut terjadi pada bagian tangan.

 

Materi lainnya adalah penanganan mimisan, dimana korban diminta untuk menundukkan kepala hingga semua darah keluar kemudian diberikan tisu untuk membersihkan dan menyumbat agar darah tidak semakin banyak yang keluar. Pada penanganan korban mimisan maupun luka yang mengeluarkan darah ditekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keselamatan penolong agar tidak bersentuhan langsung dengan darah korban. Berbagai materi tersebut memberikan pemahaman kepada siswa bahwa setiap kondisi darurat membutuhkan respons yang tenang, tepat, dan mengutamakan keselamatan.

 

Kak Hana sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa ilmu pertolongan pertama sangat penting untuk dipahami karena situasi gawat darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan sekitar kita. Kondisi tersebut tentu tidak menyenangkan, sehingga setiap orang perlu memiliki bekal pengetahuan untuk membantu sesama ketika menghadapi keadaan darurat.

 

“Saat berada dialam terbuka kemudian terjadi kondisi gawat darurat itu tidak enak dan nantinya kalian pasti akan menemui kondisi tersebut di lingkungan sekitar. Minimal bisa menolong dirinya sendiri.” ujar Kak Hana

 

Melalui kegiatan LDKS HW Camp ini, Sekolah Akhlaq berharap para siswa tidak hanya memiliki jiwa kepemimpinan dan kemandirian, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, sigap, peduli, serta mampu memberikan pertolongan awal dengan tepat ketika dibutuhkan. Seperti tema yang diangkat pada LDKS HW Camp tahun ini, berkontribusi dalam setiap langkah. (Risalatin N.)

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top

GTK