Menghadapi cuaca panas ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini serta merespons peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah, Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya menggelar sholat istisqa’ di lapangan sekolah pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT dan juga menanamkan nilai-nilai keislaman dan kepedulian terhadap lingkungan kepada siswa.
Kaur Ismuba Sekolah Akhlaq, Ustad Sutrisno, SHI, MPd menuturkan bahwa sholat istisqa’ dilakukan untuk memohon pertolongan Allah SWT agar menurunkan hujan ditengah kondisi cuaca panas ekstrem yang belakangan ini terjadi. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi siswa agar memahami makna ibadah sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap persoalan lingkungan.
“Pelaksanaan sholat istisqa’ ini merupakan ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah Swt. agar segera menurunkan hujan di tengah cuaca panas ekstrem. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pembelajaran bagi siswa agar mereka memahami pentingnya berdoa, meningkatkan keimanan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar kita,” tutur Ustad Tris.
Ia menambahkan, pelaksanaan sholat istisqa’ juga menjadi bentuk empati sekolah terhadap peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa lingkungan perlu dijaga bersama dan berbagai persoalan alam harus disikapi dengan kepedulian serta ikhtiar yang nyata.
Sholat istisqa’ dipimpin oleh Ustad Farid Shibghotallah Arromadhoni, mahasiswa Praktik Pengenalan Lapangan (PLP) 2 dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) yang bertindak sebagai imam. Sementara itu, Ustad Agus Yulianto, SHI, MAg, bertugas sebagai khatib yang menyampaikan khutbah kepada seluruh jamaah.
Dalam khutbahnya, Ustad Agus Yulianto, SHI, MAg, mengawali dengan membaca firman Allah dalam QS. Ar-Rum Ayat 41 yang artinya bahwa penting untuk melakukan introspeksi diri atas berbagai kerusakan yang terjadi di muka bumi. Ia mengingatkan bahwa kerusakan di darat maupun di laut tidak terlepas dari perbuatan manusia. Oleh karena itu, manusia hendaknya kembali kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, memohon ampunan dan bertaubat atas segala kesalahan yang telah dilakukan.
Pesan tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Nuh ayat 10–12 tentang pentingnya memohon ampunan Allah sebagaimana terkandung dalam Surah Nuh ayat 10–12. Dalam ayat tersebut, Nabi Nuh AS menyeru kaumnya agar memohon ampun kepada Allah SWT, karena Dia Maha Pengampun, serta menjelaskan bahwa istighfar menjadi jalan turunnya hujan dan datangnya berbagai karunia Allah SWT.
Melalui khutbah tersebut, jamaah diajak untuk tidak hanya memanjatkan doa, tetapi juga melakukan introspeksi diri dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya ikhtiar sholat istisqa’ yang dilakukan oleh warga Sekolah Akhlaq pagi ini dapat menjadikan terkabulnya doa-doa yang telah dipanjatkan dan Allah SWT dengan segera dapat menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan. (Risalatin N.)
