Sembilan Siswa Sekolah Akhlaq Pekikkan Ikrar Sumpah Pemuda Pakai Baju Adat seperti Kongres I-II

VDFBFGB

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dilaksanakan di Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Surabaya, Jumat (28/10/2022). Momen mengenang hal bersejarah dalam proses menuju kemerdekaan Indonesia itu diikuti oleh seluruh warga Sekolah Akhlaq, baik peserta didik dari kelas VII-IX maupun ustadz-ustadzahnya.

Yang menarik dan berbeda pada upacara kebangsaan kali ini adalah sembilan peserta didik terpilih Sekolah Akhlaq yang mengenakan pakaian adat untuk membacakan Ikrar Sumpah Pemuda di depan para peserta upacara.

Mereka adalah gambaran sembilan organisasi yang turut hadir pada Kongres Pemuda I dan II kala itu. Pakaian adat dipilih sesuai dengan asal dari 9 organisasi pemuda. Di antaranya Jong Java (Jawa), Jong Ambon (Ambon), Jong Celebes (Sulawesi), Jong Betawi (Betawi), Jong Islamieten Bond (Perhimpunan Pemuda Islam), Sekar Rukun (Sunda), Jong Sumatranen Bond (Sumatera), Jong Bataks (Batak), dan Jong Indonesia (Pemoeda Indonesia).

Fahri Firmansyah, salah satu peserta didik yang bertindak sebagai gambaran Jong Betawi atau pemuda Betawi, mengaku senang bisa terlibat langsung pada pelaksanaan upacara di sekolah. Dengan membawa bendera Merah Putih yang diikat pada sebuah tongkat dia bersama dua teman lainnya Rafie Mirza (Jong Celebes) dan Kurnia (Sekar Sunda) bertugas membacakan bait kedua dari isi Ikrar Sumpah Pemuda.

“Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia,” ucapnya dengan lantang dan kompak.

Hal senada juga diungkapkan oleh Chavia yang menjadi gambaran perwakilan Jong Betawi. Dengan peran yang dijalani pada upacara yang dikemas secara unik ini, dia menjadi tahu sejarah Sumpah Pemuda.

“Baru pertama kali ini ikut upacara pakai baju adat Betawi dipilih membacakan ikrar Sumpah Pemuda. Awalnya mikir kenapa pakai baju seperti ini, eh ternyata ada sejarahnya yang berkaitan dengan lahirnya Sumpah Pemuda,” ungkap salah satu peserta didik berprestasi di Sekolah Akhlaq itu.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Novi Amirul Fatah, Kepala Sekolah Akhlaq yang juga menjadi pembina upacara, menyampaikan pesan kepada seluruh peserta didik bahwa tugas pemuda saat ini sebagai generasi penerus adalah belajar agar apa yang sudah diperjuangkan oleh para pemuda pendahulu tidak menjadi sia-sia.

“Kalian semua di sini adalah generasi penerus yang punya tanggung jawab besar ke depan. Hargai perjuangan pemuda terdahulu yang punya andil dalam proses merebut kemerdekaan. Tugasnya hanya belajar. Jangan pernah lelah untuk terus belajar karena tantangan ke depan juga akan semakin besar,” tutur kepala sekolah yang juga sekretaris Foskam SMP/MTs Kota Surabaya itu. (Risalatin N./AS)

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top

GTK